Home » Articles » Ijen Geopark | Sangat Recomended untuk wisata Edukasi

Ijen Geopark  terletak di 2 wilayah Kabupaten, yaitu Kabupaten Banyuwangi dan wilayah Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Nama Ijen diambil dari Gunung Ijen yang menjadi dasar pembentukan cerita geologi di keseluruhan kawasan Geopark ini, serta hubungannya dengan unsur biologi maupun budaya yang ada di sekitarnya.

Terdapat 21 situs geologi yang dikembangkan, mulai dari skala lokal hingga skala internasional. Salah satu dari banyak situs geologi yang mempunyai fenomena luar biasa adalah Kawah Ijen, danau kawah paling asam di bumi dengan api biru yang muncul di daerah Solfatara.

Berikut tempat yang layak di kunjungi saat ke Banyuwangi dan Bondowoso

1. Kawah Ijen

Ijen crater tour | highlight destination in east java

Kawah Ijen (+2386 mdpl) adalah fenomena. Kawah Ijen dengan danau kawah sedalam 200 meter dengan luas mencapai 5.466 hektar merupakan danau kawah paling asam di dunia. Danau Kawah berada pada ketinggian (2200 m dpl) memiliki bentuk oval yang teratur (600 x 1000 m), luas permukaan 41 x 106 m2 dan volumenya diperkirakan antara 32 dan 36 x 106 m3.

Pembentukan Kawah Ijen disebabkan oleh erupsi eksplosif yang terjadi kemudian membentuk kawah yang terisi oleh air hujan. Erupsi Kawah Ijen diperkirakan terkosentrasi ke arah barat daya yang menyebabkan dinding kawah bagian barat daya memiliki elevasi yang lebih rendah dan membentuk bukaan. Pada tahun 1921 dibangun bendungan oleh Belanda di bukaan tersebut untuk mengatur tingkat kelimpahan air dan mencegah terjadinya bencana selama musim hujan.

Indonesia yang mempunyai 129 gunungapi aktif menjadikan wilayah ini sebagai penyumbang13% gunungapi aktif di dunia. Di Pulau Jawa sendiri terdapat 21 gunungapi aktif dan 7 danaukawah (Simkin & Siebert, 1994). Kompleks G. Ijen yang terdiri dari sekelompok gunungapistrato yang terdapat di dalam dan di pinggir kaldera terletak di Jawa bagian paling timur.

Tempat itu mempunyai iklim tropis dengan musim hujan dan musim kemarau setiap tahunnya.Curah hujan di kawasan gunungapi berkaldera ini jauh lebih tinggi dibanding daerah pesisir.Intensitas hujan setiap harinya dapat mencapai 100 mm.

Kawah Ijen merupakan salah satu gunung api cincin kaldera di Komplek Gunung Api Ijen. Sekitar 300.000 tahun yang lalu, terdapat gunung api raksasa tunggal (Ijen Purba) dengan perkiraan memiliki ketinggian 3500 m.  Gunung yang menghasilkan lava dan piroklastik ini berada diatas endapan batugamping berumur Miosen (12.5 juta tahun) dan Pliosen (5.3-2.6 juta tahun).

Pembentukan kaldera diperkirakan terkait dengan letusan dengan volume besar yang menghasilkan (~ 80 km3) endapan aliran endapan jatuhan, yang mencapai ketebalan 100-150 m. Sebaran yang paling luas berada di bagian utara lereng  kompleks gunungapi ini.

Peristiwa ini diperkirakan terjadi beberapa waktu sebelum 50.000 tahun lalu, Ini disimpulkan berdasarkan pada analisa umur dari K-Ar (50 ± 20 ka) dari aliran lava dari Gunung  Blau yang dianggap menjadi unit pasca-kaldera tertua. Setelah pembentukan kaldera, fase vulkanisme berganti menjadi aktivitas post-kaldera. Kosentrasi utama vulkanisme post-kaldera berada di bagian selatan mengkuti pola kelurusan barat-timur.

 Air Kawah Ijen sangat asam karena reaksi-reaksi akibat interaksi air dengan batuan panas hasil bekuan magma serta uap-uap magma dalam suhu tinggi ini terjadi dan menyebabkan keasaman tinggi dari air danau. Air danau mengandung larutan kimia yang dihasilkan oleh gas –gas terlarut dalam magma, interaksi batuan dan cairan, penguapan air danau, pengenceran oleh air meteorik dan daur ulang air danau melalui rembesan ke dalam sistem hidrotermal bawah permukaan. Danau ini bertindak sebagai kimia kondensor untuk air yang mudah menguap dari sumber panas magmatik dangkal.

Gas- gas yang terlarut dalam magma dapat disuplai oleh sistem danau kawah dengan injeksi langsung berupa semburan uap magmatik (SO2, H2S, HCl dan HF) melalui rekahan-rekahan yang berhubung dengan dasar fumarol atau melalui bagian dasar danau. Dengan demikian, interaksi air hujan, panas, kimiawi batuan, serta semprotan uap magma bercampur-baur dan kemudian dipanaskan menjadi air danau yang sangat asam.

Akumulasi air di dalam kawah membentuk danau berpanorama indah. Dengan volume airnyayang mencapai 40 x 106 m3, Danau Ijen menjadi salah satu danau kawah terbesar di dunia.Akumulasi alami air gunungapi ini sangat asam, atau pH <0,3 (Mastin & Witter, 2000).Pada 14 Juli 2008, seorang penjelajah bernama George Kourounis menyeberangi danaukawah dengan perahu karet kecil untuk mengukur derajat keasaman air. PH air di tepi danauterukur 0,5; sementara di bagian tengah danau bernilai 0,13. Keasaman air ini dipengaruhi olehkonsentrasi gas oksida belerang yang terlarut dalam air.

Fenomena lain yang teramati di Kawah Ijen adalah blue fire yang terbentuk akibat reaksi sulfur dengan udara. Pada banyak gunungapi di dunia, reaksi semacam ini akan menyebabkan api yang berwarna merah atau jingga, namun di Ijen reaksi terjadi pada konsentrasi sulfur yang sangat besar dan pada temperatur lebih dari 360oC. Blue fire hanya dapat diamati pada malam hari karena apabila ada sinar matahari maka intensitas sinar tersebut akan mengakibatkan warna biru dari api tidak nampak dengan jelas terlihat. Reaksi pembentukan blue fire:

Fenomena api biru Ijen merupakan kenampakan yang terjadi di sekumpulan daerah hembusansolfatara yang terdapat di lereng Kawah Ijen bagian selatan. Solfatara mengeluarkan gas-gasoksida belerang seperti SO2 dan SO3, selain karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O). Daerahhembusan solfatara mudah dikenali karena udara di sekitarnya berbau busuk, yaitu bau yangdihasilkan oleh gas oksida belerang. Dalam konsentrasi yang tinggi, gas ini berbahaya bagimanusia dan hewan.Nama solfatara berasal dari bahasa Latin “sulpha terra,” yang artinya “daratan belerang” atau“bumi belerang.” Nama itu diambil dari nama tempat “solfatara” di Gunung Pozzoli, Italia.

Api biru sebenarnya bukanlah api, seperti yang dikira oleh banyak orang. Api biru adalahfenomena keluarnya gas-gas oksida belerang yang muncul dari celah-celah batuan, yangkemudian bereaksi dengan oksigen bebas di udara pada suhu tertentu. Ketika proses alami ituterjadi akan tampak fenomena seperti api berwarna biru. Warna biru yang semakin terangmenunjukkan tingginya suhu gas. Suhu gas yang ke luar dari dalam Bumi ini dapat mencapai6000C. Lidah api dapat mencapai tinggi beberapa meter, tergantung kuat lemahnya tekanangas yang ke luar.

Sulfur telah lama dijadikan bahan tambang oleh penambang lokal. Batuan vulkanik yang berafinitas high-K calc-alkaline membuat Kawasan Ijen menjadi tertutupi oleh tanah hasil lapukan batuan yang banyak mengandung potassium (K) sehingga sangat baik untuk perkebunan kopi.

2. Kawah Wurung | Ijen Geopark

Kawasan Geosite Kawah Wurung terbentuk dari aktivitas vulkanisme yang kompleks. Di sekitar kawasan Geosite Kawah Wurung terdapat Gunung Api Intra Kaldera Ijen yang terdiri atas Gunung Kawah Wurung, Gunung Genteng, Gunung Pendil, Gunung Pendlan, dan Gunung Anyar. Gunung-gunung api tersebut pernah menjadi obyek penelitian Geologi dan memiliki potensi Geothermal.

Geosite Kawah Wurung mempunyai nilai keunggulan Geologi berupa tampilan Morfologi Gunung Api ‘Teletubies’ Intra Kaldera selain itu, Kompleksitas satuan Liyologi penyusun Komplek Geosite Kawah Wurung disebabkan oleh sumber material dari vulkanisme Gunung Api Intra Kaldera maupun Ring Kaldera terdekat. Kompleksitas unit Litologi sekaligus berpengaruh terhadap Mineral Petrografi penyusun batuan pada unit Litologi yang ada.

Berdasarkan Analisis Petrografi, Batuan Gunung Api Intra Kaldera Ijen termasuk kedalam Tuf Gelasan, Tuf Bebatuan, Skoria Basalt, Skoria Andesit, Lava Andesit, Hamburan Lava Andesit, dan Bom Andesit. Nilai Geokimia batuan kelompok Gunung Api Intra Kaldera berbeda dengan kelompok Gunung Api Tebing Kaldera. Diperkirakan kelompok Gunung Api Intra Kaldera mendapatkan suplai magma dari dapur magma yang lebih dangkal dari pada kelompok Gunung Api Tebing Kaldera (I.Suhendro, 2016)

3. Pantai Pulau merah |Ijen Geopark

pulau merahPulau Merah merupakan sea-stacks yang terdapat sekitar 200 m dari pinggir pantai yang berpasir putih. Ketika laut surut, paparan berbatu dan berpasir yang ditutupi oleh rumput laut berwarna hijau menghubungkan pulau ini dengan daratan utama.

Pulau Merah menyingkapkan batuan beku jenis diorit atau granodiorit yang mengalami ubahan (alterasi) dan terkekarkan kuat. Sebagai tubuh terobosan, batuan dipotong oleh urat-urat kuarsa yang mengandung mineral bijih khususnya pirit.

Mineral sulfida bijih ini juga tersebar di dalam batuan induk dalam bentuk butiran berukuran halus. Daerah ini masih satu jalur magmatic selatan, namun fitur yang dijumpai disini merupakan masa depan ijen beberapa juta tahun lagi dimana proses mineralisasi gunung ijen  terus terjadi. Apabila dikaithubungkan pulau merah merupakan fossil dari gunung ijen.

4. Aliran Lava Plalangan | Ijen Geopark

Geosite Aliran Lava Plalangan terletak di antara Desa Kalianyar dan Desa Sempol Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Geosite Aliran Lava Plalangan memiliki komponen geologi unggulan dari aspek batuan yang merepresentasikan adanya batuan aliran Lava di Kaldera Ijen. Warna kehitaman batuan lava menunjukkan bahwa karakter dominan batuan yang cenderung Basaltis dan dikenal dengan nama Black Lava di Dusun Plalangan.

Posisi lokasinya relatif tinggi di kawasan lembah Kaldera dan berada di dekat jalan raya utama Kecamatan Ijen. Lokasi tersebut sangat strategis untuk menyaksikan Dinding Kaldera Ijen yang terhampar di bagian Utara.

Representasi Geosite Aliran lava Plalangan berkomposisi Basalt – Andesite Basaltik terhampar sepanjang 9.9 km dengan luasan 10.51 km2, membentang dari Gunung Anyar sampai daerah Blawan. Aliran Lava ini dulunya diduga sebagai aliran Lava setelah terjadi erupsi besar Gunung Ijen Purba. Secara Makroskopik, Aliran Lava berwarna hitam bertekstur AA. Lava AA terbentuk ketika lava mengalir dengan cepat.

Dalam keadaan ini, terjadi kehilangan panas yang cepat dan peningkatan Viskositas. Jika melihat kearah utara, dinding Kaldera Ijen terlihat dengan jelas memanjang dari arah barat sampai timur.

Dan masih Banyak destinasi yang bisa di kunjungi

↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓

Baca selengkapnya 

Situs Resmi Ijen Geopark

http://geopark-ijen.jatimprov.go.id/

# Share this information with your friends

No comments yet

Please write your comments

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required.

Your Comment*Your Name* Email Address* Your Website

Contact Us

If you have any questions, please contact us.